🏚️ KAMAR NO. 13 - CERITA HOROR NYATA

oleh WKbW09b3IXc5Z

Rp 5,000

BAB 1: PEMILIHAN RUMAH KONTRAKAN

 Pada tahun 2018, Rina baru saja lulus kuliah dan harus mencari tempat tinggal di kota baru untuk bekerja. Karena anggaran terbatas, dia mencari kontrakan yang murah namun cukup nyaman. Setelah beberapa hari mencari, dia menemukan rumah tua dua lantai di jalan raya yang cukup sepi di pinggiran kota.

 Rumah itu dikelola oleh seorang nenek bernama Mbok Sri yang tampak ramah. Harganya sangat terjangkau, bahkan lebih murah dari kontrakan lain di sekitarnya. "Ada satu kamar saja yang kosong sekarang, Bu. Kamar nomor 13 di lantai atas," kata Mbok Sri sambil menunjukkan arah tangga kayu yang berderak saat dilangkah.

 Rina merasa sedikit aneh dengan nomor kamar tersebut, tapi dia menganggap itu hanya kebetulan. Mbok Sri juga menyatakan bahwa kamar itu jarang dihuni karena "biasa kosong saja", namun tidak menjelaskan lebih jauh. Tanpa pikir panjang, Rina memutuskan untuk menyewa kamar itu dan pindah pada hari berikutnya.

 BAB 2: MULANYA HANYA HAL HAL KECIL

 Pertama minggu tinggal di sana terasa normal saja. Kamarnya cukup luas, dengan jendela yang menghadap ke belakang rumah yang penuh dengan pepohonan rindang. Hanya saja, ada beberapa hal yang sedikit mengganggu:

 - Selalu ada suara langkah kaki pelan di koridor malam hari, padahal kamar lain di lantai atas sudah tidak ada penghuninya.

​- Bantal dan selimutnya sering terlihat seperti ada yang tidur di atasnya padahal dia baru saja membersihkan kamar.

​- Suara air keran di kamar mandi terkadang menyala sendirinya di tengah malam.

 Rina mengira itu hanya karena rumah tua yang ada masalah dengan instalasi atau mungkin dia terlalu lelah dari kerja. Sampai suatu malam, kejadian pertama yang membuatnya merinding terjadi.

 BAB 3: KETUKAN DI PINTU

 Itu adalah hari Kamis, sekitar jam 00.30. Rina sedang bekerja dengan laptop di meja kerja yang dekat dengan pintu kamar. Tiba-tiba terdengar suara ketukan pelan... "tok... tok... tok..."

 "Siapa?" tanya Rina dengan suara sedikit gemetar. Tidak ada jawaban. Dia berdiri dan mendekati pintu, lalu sedikit membuka celahnya untuk melihat ke luar. Koridornya kosong, hanya ada lampu merah muda yang redup menerangi dinding tua yang mengelupas.

 Rina menutup pintu dan kembali bekerja. Tapi tidak sampai lima menit, suara ketukan muncul lagi - kali ini lebih keras dan lebih cepat: "toktoktok... toktoktok..."

 Kali ini dia tidak berani membuka pintu lagi. Suara itu terus berlanjut selama sekitar sepuluh menit sebelum akhirnya hilang dengan sendirinya. Keesokan paginya, Rina bertanya pada Mbok Sri tentang suara ketukan itu. Mbok Sri hanya menggeleng dan berkata, "Mungkin angin saja, Bu. Rumah tua ini sering seperti itu."

 BAB 4: MUNCAKAN BAYANGAN

 Beberapa minggu kemudian, kejadian semakin parah. Rina mulai melihat bayangan putih yang muncul di sudut pandangnya - kadang di kamar mandi, kadang di balik tirai jendela, dan kadang di cermin kamar.

 Pada malam yang sangat hujan, Rina tidak bisa tidur karena suara hujan yang deras dan angin yang bertiup kencang. Dia sedang membaca buku di tempat tidur ketika secara tiba-tiba lampu kamar padam total. Listrik rumah seharusnya tidak padam karena dia masih bisa melihat lampu koridor yang menyala redup melalui celah pintu.

 Dalam kegelapan, dia merasakan ada sesuatu yang duduk di ujung tempat tidurnya. Dia bisa merasakan bobotnya menekan kasur, dan bahkan merasakan hembusan napas dingin di lehernya. Rina tidak berani bergerak sama sekali, hanya menutup mata dan berdoa dengan suara pelan. Setelah beberapa menit, bobot itu hilang dan lampu kembali menyala dengan sendirinya.

 Keesokan paginya, dia melihat ada noda air laut yang jelas di ujung tempat tidurnya - padahal dia tidak punya barang apa pun yang bisa meninggalkan noda seperti itu, dan rumahnya jauh dari pantai.

 BAB 5: KISAH DI BALIK KAMAR NO. 13

 Tak tahan lagi dengan kejadian-kejadian itu, Rina memutuskan untuk mencari tahu sejarah kamar nomor 13. Dia bertanya pada tetangga rumah yang tinggal di sana sudah puluhan tahun, Pak Joko yang menjaga warung dekat rumah kontrakan.

 Setelah lama diimbau, Pak Joko akhirnya menceritakan kisahnya. Lima tahun yang lalu, kamar nomor 13 dihuni oleh seorang wanita muda bernama Siti yang bekerja sebagai perawat di rumah sakit dekat sana. Siti sedang dalam hubungan dengan seorang laki-laki yang tinggal di kota lain, dan mereka berencana untuk menikah.

 Namun suatu hari, laki-laki itu datang dengan kabar bahwa dia sudah menikah dengan orang lain. Siti sangat terkejut dan sedih hingga kehilangan akal sehatnya. Pada malam hujan yang sangat deras, dia bunuh diri di kamar itu dengan cara menggantung diri pada tirai jendela. Korban ditemukan oleh Mbok Sri keesokan paginya, dan sejak saat itu kamar nomor 13 sering mengalami kejadian aneh.

 "Kalau boleh saya bilang, Bu, sebaiknya pindah saja dari sana," ujar Pak Joko dengan wajah serius. "Banyak orang yang menyewa kamar itu tapi tidak bertahan lama."

 BAB 6: PEMBALASAN ATAU PERINGATAN?

 Setelah mengetahui kisah itu, Rina segera memutuskan untuk pindah. Tapi sebelum dia bisa mencari tempat baru, kejadian paling mengerikan terjadi pada malam terakhir dia tinggal di sana.

 Rina sedang mengemas barang-barangnya ketika mendengar suara menangis wanita yang sangat menyakitkan dari kamar mandi. Dia dengan terpaksa mendekati kamar mandi dan membuka pintunya. Di sana, dia melihat sosok wanita berpakaian baju putih basah dengan rambut yang menutupi wajahnya, sedang menangis di lantai kamar mandi.

 Tanpa sadar, Rina berjalan mendekati sosok itu. Ketika sosok itu akhirnya mengangkat wajahnya, Rina melihat bahwa matanya kosong dan ada buih putih yang keluar dari mulutnya. "Jangan tinggalkan aku..." ucap sosok itu dengan suara serak.

 Rina langsung berlari keluar dari kamar dan menghubungi kakaknya yang tinggal di kota yang sama. Kakaknya segera datang dan

Masih ada 785 kata yang terkunci

Pastiin masukin email yang bener ya, karena link akses produk akan dikirim ke situ Beli produk ini

Review

Install WKbW09b3IXc5Z ke Home ScreenDapatkan notifikasi ketika ada cerita baru.

Caranya:

1. Klik tombol Share di bagian bawah

2. Klik Add to Home Screen