CERPEN

oleh Waktu Luang

Rp 30,000

Cerpen



Bangku yang Tak Pernah Kosong





Bangku kayu di pojok taman sekolah itu sudah kusam. Cat terkelupas, sudutnya tak lagi kokoh, dan besinya berderit setiap kali diduduki. Banyak siswa memilih bangku lain yang lebih baru, tapi bagi kami—aku, Arga, Bimo, dan Sinta—bangku itu adalah rumah kedua.


Kami bertemu bukan karena kesamaan. Justru karena perbedaan.



Masih ada 1131 kata yang terkunci

Review

Install Waktu Luang ke Home ScreenDapatkan notifikasi ketika ada cerita baru.

Caranya:

1. Klik tombol Share di bagian bawah

2. Klik Add to Home Screen